Kamis, 02 Februari 2017

Cerpen

Hai gaes kali ini aku update cerpen... Cerpen ini terinspirasi dari temen aku mau tau ngga siapa??? Ini temen aku visit blognya ya gaes maulidalatifah1405.blogspot.com
Tidak Semestinya Terjadi
Angin sore berhembus, mentari memancarkan sinar jingganya. Empat sahabat bernama Monic, Dista, Lico, Dendi merencanakan berpetualang ke hutan. Dista, Lico, dan Dendi menghampiri rumah Monic, untuk mengajak berpetualang ke hutan.
               “Monic...Monic...?” teriak Lico.
               “Iya, nanti sebentar” jawab Monic sambil keluar kesulitan membawa barangnya.
               “Cepet Mon, udah sore nih!” tukas Dista tidak sabar.
Monic terdiam mengabaikan ucapan Dista.
Kicauan burung bersahutan mengiringi perjalanan mereka. Pepohonan yang rindang membuat jalan menjadi gelap, membuat Dista merinding ketakutan.
               “Jalannya jangan terlalu cepat dong, aku takut.”ujar Dista.
               “Dasar penakut.” balas Dendi.
   Lico dan Monic hanya tertawa melihat tingkah Dista.
Mereka telah sampai di tepi hutan. Pemandangan hutan yang memanjakan mata membuat mereka melangkahkan kaki lebih jauh dari tepi hutan.  Sampai tidak sadar telah berada di tengah hutan.
               “Tunggu, kita dimana?” tanya Monic mendadak membuat mereka semua saling tatap.
               “Iya yah kita dimana?’ ucap Dendi bingung.
               “Sepertinya kita di tengah hutan.”sambung Lico.
               “Ya Tuhan, kami pasti tersesat” ucap Dista dengan nada panik.
               “Jangan panik Dis, positive thinking aja.” Monic mencoba menenangkan Dista.
Hari mulai gelap, mereka masih didalam hutan. Suara hewan yang menggema menambah suasana tegang.
“ Apa kita akan mati di sini?” tanya Dista.   
“ Santai aja, Dis” jawab Dendi.
     Mereka berusaha mencari bantuan dengan mengirim pesan melalui ponsel, namun sinyal lemah. Mereka mencari cara lain dengan berteriak meminta tolong. Namun, hanya suara burung hantu yang mereka dengar.
Langkah-langkah mereka telusuri tanpa tujuan. Setelah mereka berajalan cukup jauh salah satu dari mereka ada yang melihat sebuah gubuk tua.
“Hei...itu ada gubuk tua” seru Dendi.
Anak-anak yang lain tidak ada yang merespon, mereka kira bahwa Dendi bergurau. Dendi menyakinkan mereka. Mereka memastikan apa yang dikatakan Dendi. Kemudian mereka menghampiri gubuk tua, memeriksa apakah ada penghuninya. Ternyata benar, di gubuk ada Pak Tua penghuni gubuk itu.
Karena hari sudah malam,mereka memohon kepada Pak Tua agar mereka diperbolehkan menginap semalam, di gubuk itu.
“ Pak, apakah kami boleh tinggal di gubuk ini untuk semalam?” tanya Monic dengan ekspresi memelas.
“Kami tersesat .” sambung Dista.
“Iya, boleh. Tapi gubuk ini sempit, nak.”
“ Tidak apa-apa Pak, ini pun sudah lebih dari cukup. Dari pada kami beristirahat di tengah hutan.”tukas Lico.
Keesokan harinya, mereka diantar oleh Pak Tua menuju jalan raya. Mereka merasa lega karena bisa keluar dari hutan. Dan mereka mengucapkan banyak terima kasih kepada Pak Tua.
TAMAT



0 komentar:

Posting Komentar

 

ZaiZai Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang