Hai gaes kali ini aku update cerpen... Cerpen ini terinspirasi dari temen aku mau tau ngga siapa??? Ini temen aku visit blognya ya gaes maulidalatifah1405.blogspot.com
Tidak Semestinya
Terjadi
Angin sore berhembus, mentari memancarkan sinar
jingganya. Empat sahabat bernama Monic, Dista, Lico, Dendi merencanakan
berpetualang ke hutan. Dista, Lico, dan Dendi menghampiri rumah Monic, untuk
mengajak berpetualang ke hutan.
“Monic...Monic...?”
teriak Lico.
“Iya, nanti
sebentar” jawab Monic sambil keluar kesulitan membawa barangnya.
“Cepet Mon, udah
sore nih!” tukas Dista tidak sabar.
Monic terdiam
mengabaikan ucapan Dista.
Kicauan
burung bersahutan mengiringi perjalanan mereka. Pepohonan yang rindang membuat
jalan menjadi gelap, membuat Dista merinding ketakutan.
“Jalannya jangan
terlalu cepat dong, aku takut.”ujar Dista.
“Dasar penakut.”
balas Dendi.
Lico dan Monic hanya tertawa melihat tingkah Dista.
Mereka telah sampai di tepi hutan.
Pemandangan hutan yang memanjakan mata membuat mereka melangkahkan kaki lebih
jauh dari tepi hutan. Sampai tidak sadar
telah berada di tengah hutan.
“Tunggu, kita dimana?” tanya Monic
mendadak membuat mereka semua saling tatap.
“Iya yah kita dimana?’ ucap Dendi
bingung.
“Sepertinya kita di tengah
hutan.”sambung Lico.
“Ya Tuhan, kami pasti tersesat” ucap
Dista dengan nada panik.
“Jangan panik Dis, positive thinking aja.” Monic mencoba
menenangkan Dista.
Hari
mulai gelap, mereka masih didalam hutan. Suara hewan yang menggema menambah
suasana tegang.
“
Apa kita akan mati di sini?” tanya Dista.
“ Santai aja, Dis” jawab Dendi.
Mereka
berusaha mencari bantuan dengan mengirim pesan melalui ponsel, namun sinyal
lemah. Mereka mencari cara lain dengan berteriak meminta tolong. Namun, hanya
suara burung hantu yang mereka dengar.
Langkah-langkah
mereka telusuri tanpa tujuan. Setelah mereka berajalan cukup jauh salah satu
dari mereka ada yang melihat sebuah gubuk tua.
“Hei...itu
ada gubuk tua” seru Dendi.
Anak-anak
yang lain tidak ada yang merespon, mereka kira bahwa Dendi bergurau. Dendi
menyakinkan mereka. Mereka memastikan apa yang dikatakan Dendi. Kemudian mereka
menghampiri gubuk tua, memeriksa apakah ada penghuninya. Ternyata benar, di
gubuk ada Pak Tua penghuni gubuk itu.
Karena hari sudah malam,mereka
memohon kepada Pak Tua agar mereka diperbolehkan menginap semalam, di gubuk
itu.
“ Pak, apakah kami boleh tinggal di
gubuk ini untuk semalam?” tanya Monic dengan ekspresi memelas.
“Kami tersesat .” sambung Dista.
“Iya, boleh. Tapi gubuk ini sempit,
nak.”
“ Tidak apa-apa Pak, ini pun sudah
lebih dari cukup. Dari pada kami beristirahat di tengah hutan.”tukas Lico.
Keesokan harinya, mereka diantar
oleh Pak Tua menuju jalan raya. Mereka merasa lega karena bisa keluar dari
hutan. Dan mereka mengucapkan banyak terima kasih kepada Pak Tua.
TAMAT

0 komentar:
Posting Komentar